WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Alun-alun kota Banjarbaru atau yang lebih dikenal Lapangan Murjani menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Banjarbaru dan sekitarnya untuk bersantai.

Lapangan ini selalu ramai dikunjungi, khususnya pada malam hari. Berbagai macam hiburan maupun makanan dapat ditemukan di kawasan ini, salah satunya yaitu hiburan ‘mobil kodok’.

Hiburan ini menjadi kesukaan pengunjung apabila datang ke kawasan Lapangan Murjani karena daya tariknya yang terletak pada aksesoris berwarna-warni dengan berbagai macam bentuk, seperti burung merak, barbie, dan lain-lain.

“Awal saya tahu ada wisata seperti ini di Banjarbaru karena melihat story sosial media teman-teman yang ramai berkunjung ke sini. Penasaran, akhirnya kami memutuskan setelah buka puasa bersama untuk menghabiskan waktu di sini,” ujar Amaliah (20), warga Banjarmasin saat ditanyai alasan kunjungannya ke Lapangan Murjani, Jumat (6/5/2021).

Wisata ‘mobil kodok’ ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita, tetapi pada bulan Ramadhan beroperasional mulai pukul 17.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita. Mobil ini di sewakan dengan tarif Rp 50 ribu untuk empat putaran lapangan dengan durasi sekira tujuh hingga 10 menit.

Kapasitas ‘mobil kodok’ tersebut dapat ditumpangi hingga empat orang.

Bagi yang tidak bisa mengemudikan mobil jangan bersedih, karena di sini disediakan pula kendaraan bermotor jenis trail ukuran kecil dengan hiasan lampu-lampu pula. Tarif motor ini untuk satu kali penyewaan yaitu Rp 25 ribu  untuk tujuh kali putaran lapangan.

Syarifah Soraya Alhadi untuk wartabanjar.com : 'mobil kodok' di lapangan Murjani Banjarbaru

Salah seorang pengelola, Nurul Mustofa mengatakan, wisata ‘mobil kodok’  di lapangan Murjani ini pada bulan Ramadhan mengalami peningkatan. Berkaca pada tahun-tahun lalu, terutama mendekati lebaran pengunjung di lapangan Murjani dan yang ingin berkeliling dengan ‘mobil kodok’ kian meningkat.

“Mulai dua minggu pertama sampai sekarang pengunjung semakin bertambah terus. Hari biasa paling banyak biasanya lima kali sewa, sedangkan saat Ramadhan bisa mencapai 20 kali sewa,” katanya seraya menambahkan, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan.