Setelah 10 tahun menelantarkan anaknya, ibu Goo Hara tiba-tiba muncul dan mereka bertemu.

Saat itu disebutkan sang kakak, Goo Hara tampak kaku dan lebih banyak diam saat bertemu ibunya.

Itu adalah pertemuan pertama mereka setelah sang ibu menelantarkan mereka.

Ketika Goo Hara meninggal dunia, ibunya datang lagi bersama pengacara ke pemakaman dan mengklaim harta warisan Goo Hara.

Hal ini membuat sang kakak tak terima karena menurutnya ibunya tak berhak atas harga tersebut karena telah menelantarkan anaknya.

Orangtua yang selama ini bertanggung jawab terhadap Goo Hara dan sang kakak hanyalah ayahnya.

Selain itu, Goo Hara juga pernah mengalami kekerasan dan bersitegang secara hukum dengan mantan kekasihnya, Choi Jong Bun.

Goo Hara disebut menyerang Choi Jong Bun setelah tak terima diputus oleh pria tersebut, lalu Choi Jong Bun mengancam akan menyebarkan video dan foto bugil Goo Hara.

Ancaman ini membuat pria itu lalu dituntut hukuman penjara beberapa tahun atas tuduhan pelanggaran privasi dan melakukan kekerasan.

Masalah lainnya yang membuat Goo Hara depresi adalah dia kerap dijadikan sasaran ujaran kebencian hater-nya di media sosial.

Warganet banyak yang menyerang Goo Hara karena dianggap melakukan operasi plastik di bagian matanya. Goo Hara menyebutkan bahwa ia memang harus menjalani operasi karena alasan medis.

"Apakah dosa melakukan operasi membenarkan kelopak mata? Aku melakukannya karena ada diagnosis," tutur Goo Hara.

Mei 2019, Goo Hara melakukan sebuah percobaan bunuh diri.

Saat itu, nyawanya berhasil diselamatkan.

Beberapa hari kemudian, Goo Hara mengeluarkan permintaan maaf atas upaya bunuh dirinya ini.

Ia juga mengungkap alasan mengapa melakukannya.

"Saya merasa sangat tertekan karena beberapa kejadian yang kian menumpuk," kata mantan anggota KARA ini.

Saat itu, ia juga berjanji akan memperkuat mentalnya.

Sayang, kala itu masih ada warganet yang menggunakan peristiwa ini sebagai alasan untuk mem-bully Goo Hara.

Ia tak tinggal diam dan berupaya melawan.