Karenanya, selain membahas masalah penanganan covid-19 dan efektifitas PPKM Mikro, Pemprov Kalsel menyusun kembali keanggotaan satuan tugas (satgas) sesuai kebutuhan kekinian. Rapat dipimpin Sekdaprov setelah rakor.
Mengawali rakor, Pj Gubernur memaparkan perkembangan kasus covid-19 di Kalsel, mulai peningkatan kasus baru, angka pasien sembuh, meninggal dunia, hingga tingkat hunian pasien karantina di rumah sakit atau tempat khusus.
Berdasarkan data tersebut, masih terjadi peningkatan kasus covid-19 di 13 kabupaten/kota se Kalsel, tertinggi di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Kasus sembuh 88,60 persen, di bawah angka nasional 90.7 persen, kasus meninggal 2,8 persen masih di atas angka nasional 2,7 persen, sedangkan kasus sembuh 8,56 peren, di atas rata-rata nasional 6,6 persen.
Safrizal beranggapan, masih tingginya kasus di Kalsel karena tingginya testing, dan faktor lain karena kesadaran masyarakat berkurang atau kendornya penerapkan protokol kesehatan, ditambah mobilitas masyarakat yang tinggi.
Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah setuju dengan pernyataan itu. Hal itu ujarnya indikasi masyarakat mulai bosan dan sebagaian lagi pasrah dengan keadaan. Kondisi ini ujar Firmansyah perlu disikapi dengan penyampaian informasi yang benar.
“Dari pantauan kami, tempat ibadah ada yang masih menerapkan protokol kesehatan, tapi ada juga yang sudah mengabaikannya,” kata Firmansyah.







