Mulai Hari Ini, Pemprov Kalsel Perpanjang PPKM Skala Mikro Tahap Enam

Safrizal beranggapan, masih tingginya kasus di Kalsel karena tingginya testing, dan faktor lain karena kesadaran masyarakat berkurang atau kendornya penerapkan protokol kesehatan, ditambah mobilitas masyarakat yang tinggi.

Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah setuju dengan pernyataan itu. Hal itu ujarnya indikasi masyarakat mulai bosan dan sebagaian lagi pasrah dengan keadaan. Kondisi ini ujar Firmansyah perlu disikapi dengan penyampaian informasi yang benar.

“Dari pantauan kami, tempat ibadah ada yang masih menerapkan protokol kesehatan, tapi ada juga yang sudah mengabaikannya,” kata Firmansyah.

Salah satu tim pakar, Shaduqi mengatakan, momentum Ramadhan ini bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan lagi pentingnya protocol kesehatan di tempat-tempat ibadah dengan melibatkan orang terdekat seperti iman masjid setempat atau penceramahnya.

Sosialisasi vaksinasi juga perlu disampaikan, sehingga masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang menyesatkan.

“Masyarakat yang sudah vaksin perlu diberitahu bahwa mereka tidak sepenuhnya aman dari penularan covid-19,” jelas psikolog ini.

Tim pakar lain juga menyampaikan tanggapan mereka seputar penanganan covid-19, kedepan di Kalsel agar lebih efektif. Selain itu, mereka juga mengingatkan potensi penularan di masa bulan puasa ini dan lebaran nantinya, hingga perlu langkah-langkah antisipasi. (Advertorial)

Editor : Hasby