Menanggapi, maraknya tudingan akan adanya kecurangan yang dilancarkan Cagub Denny Indrayana melalui medsosnya, Ja’far mengatakan jika ingin menuding sesuatu haruslah melampirkan bukti apa pun masalahnya.
“Apalagi Denny tentu tahu persis dan paham betul soal hukum. Jadi menurut saya kalau mereka merasa ada kecurangan tak perlu main di medsos, cukup buktikan saja secara hukum dan tentu ada saluran lembaga yang mengurus itu. Apalagi kalau itu hanya untuk mempengaruhi pikiran masyarakat. Jangan sampai masyarakat tertekan. Mari kita buat masyarakat enjoy sehingga mereka akan hadir di TPS,” jelasnya.
Ja’far menyayangkan adanya pernyataan dari Denny Indrayana menyebutkan Bawaslu belum profesional. Dia mengingatkan kalau Bawaslu itu lembaga resmi pemerintah.
“Kita harus menghargai keberadaan Bawaslu. Kredibilitas Bawaslu harus didukung. Jangan kita ragukan, kalau ada bukti pelanggaran dibantu Bawaslunya segera melapor,” tandasnya.
Dirinya juga menyikapi terkait adanya elit politik pusat yang datang ke Kalsel untuk memenangkan salah satu calon, Ja’far mengingatkan bila Pilkada Kalsel ini adalah milik masyarakat Kalsel. Harapannya, masyarakat yang berpartisipasi itu masyarakat Kalsel yang nanti menjadi obyek pembangunan Kalsel.
“Saya menilai tak perlulah orang luar Kalsel datang. Karena orang Kalsel sendiri yang paling tahu betul daerahnya. Tidak usah mendatangkan orang di luar Kalsel,” imbuhnya.







