Jelang PSU Kalsel, Berikut Pernyataan Sekjen PKS

“Kita harus menghargai keberadaan Bawaslu. Kredibilitas Bawaslu harus didukung. Jangan kita ragukan, kalau ada bukti pelanggaran dibantu Bawaslunya segera melapor,” tandasnya.

Dirinya juga menyikapi terkait adanya elit politik pusat yang datang ke Kalsel untuk memenangkan salah satu calon, Ja’far mengingatkan bila Pilkada Kalsel ini adalah milik masyarakat Kalsel. Harapannya, masyarakat yang berpartisipasi itu masyarakat Kalsel yang nanti menjadi obyek pembangunan Kalsel.

“Saya menilai tak perlulah orang luar Kalsel datang. Karena orang Kalsel sendiri yang paling tahu betul daerahnya. Tidak usah mendatangkan orang di luar Kalsel,” imbuhnya.

Menurut Ja’far, bisa jadi ada kemungkinan Denny Indrayana tak memiliki back up tokoh asli Kalsel sehingga merasa perlu mendatangkan orang luar Kalsel.

“Apalagi bila hal tersebut menyimpan adanya kepentingan besar dari pihak luar Kalsel. Memang ini yang perlu diwaspadai. Jangan sampai Kalsel jadi lahan teropong dari luar. Kalsel harus tetap milik masyarakat Kalsel,” tegasnya.

Disinggung soal Paman Birin yang selama ini hanya diam menghadapi berbagai tudingan yang menyerangnya, Ja’far menilai ini karena adanya kedewasaan Paman Birin dalam berpolitik. Lima tahun menjabat Gubernur Kalsel, Paman Birin sudah sangat paham karakter masyarakat Kalsel.

Dia menila, Paman Birin tidak mau memperkeruh suasana. Paman Birin justru terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk mengetahui persoalan masyarakat.

“Paman Birin itu orangnya humble. Jadi ketemu masyarakat itu biasa saja. Bahkan kalau melihat penampilan Paman Birin itu sangat bersahaja dan tidak memperlihatkan seorang pejabat. Tanpa ada jarak dengan masyarakat. Tentu sulit pemimpin seperti itu,” pungkasnya.

Tim Denny Indrayana, Jurkani ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu terkait hal tersebut mengatakan, sah-sah saja kalau ada mendapat dukungan dari tokoh politik pusat, karena memang Prof Denny Indrayana diusung oleh koalisi partai Gerindra dan Demokrat.

“Bukan menguasai Kalsel, tetapi sebagai warga negara Indonesia maka sah-sah saja. Rencana AHY dan Sandiaga Uno mau datang, kalau mas AHY sekalian acara konsolidasi Partai Demokrat dan silakan juga kubu Paman Birin kalau mau mendatangkan tokoh dari pusat, bagi kami tidak ada yang aneh,” pungkasnya. (has)

Editor : Hasby