Karenanya pihaknya di legislatif mendorong agar pemerintah kota secepatnya merumuskan masalah ini, sebab badut-badut ini sudah menjadi masalah di masyarakat, karena jadi peminta-minta, bukan lagi menghibur.
“Apalagi banyak anak-anak yang melakoni ini, kita sangat prihatin, harus ditangani betul, karena ini sudah tidak benar dibiarkan,” papar Suyato.
Dia pun menduga, para badut-badut tersebut merupakan anak-anak jalanan, yang sudah biasa melakukan minta-minta di jalanan dan sering terjaring razia Satpol PP.
“Cuma ganti kostum saja,” pungkasnya. (ant)
Editor: Erna Djedi







