Siapkan Perencanaan Keuangan untuk Antisipasi Dampak Bencana Alam
Dengan demikian, total jumlah pengungsi di seluruh DKI sebanyak 379 keluarga dengan total 1.380 jiwa.
Pakar Tata Kelola Air dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali, menyatakan bahwa dengan berbagai tantangan yang muncul, kapasitas sistem drainase Jakarta belum mampu menopang tingginya curah hujan.
"Kapasitas drainase Jakarta hanya mampu menahan debit hujan 50-100 mm per hari. Sementara, curah hujan Jakarta umumnya berkapasitas di atas 150 mm per harinya. Meski pemerintah mengantisipasi bahwa banjir tahun ini dapat tertangani dengan baik dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk surut, penanganan fasilitas, seperti drainase dan saluran air akan terus menyebabkan permasalahan banjir yang sama jika belum dilakukan perencanaan secara efektif," kata Firdaus dalam siaran pers, Rabu (1/4/2021).
Perencana keuangan Deni Rachmat mengatakan ada banyak risiko yang dihadapi saat banjir, salah satunya kerusakan aset seperti properti dan kendaraan.
"Untuk meminimalisir kerugian banjir, perlu dilakukan perencanaan finansial yang sesuai seperti melalui produk asuransi yang khusus memberikan perlindungan akibat banjir," katanya.
Sayangnya, seringkali orang menganggap tidak memerlukan asuransi karena ada penghasilan yang dapat menutupi biaya-biaya tersebut, tapi perlu diingat bahwa tujuan asuransi adalah untuk memberi perlindungan dengan biaya yang terjangkau.
"Hal ini semakin penting karena banjir tidak hanya merusak aset seperti rumah atau kendaraan, namun juga dapat mengganggu kesehatan dengan berbagai penyakit yang bisa timbul," kata Dani.
Untuk meminimalisir kekhawatiran, masyarakat sebaiknya memiliki rencana perlindungan yang sesuai, contohnya melalui asuransi.
"Perlu dirancang perencanaan yang ideal untuk mengantisipasi bencana seperti banjir, mengingat kembali bahwa kerugian tidak hanya mempengaruhi properti atau barang pribadi, melainkan juga kesehatan, serta usaha yang dijalankan," kata Wahyuni Murtiani, Head of Corporate Communications Allianz Life Indonesia.
Berikut rekomendasi yang dapat membantu warga dalam mengantisipasi kerugian banjir dan memastikan perlindungan yang ideal menurut Wahyuni:
1. Asuransi properti all-risk
Dalam asuransi properti, manfaat perlindungan yang diberikan di antaranya yaitu penggantian atas kerusakan pada bangunan, isi properti seperti perabotan dan barang elektronik sebagai akibat dari kebakaran, dan juga dapat diperluas dengan perlindungan banjir, gempa bumi dan letusan gunung berapi.