Namun para ahli mengatakan itu bukan masalah pembatasan imajinasi jika produser melakukan riset secara benar sebelum membuat plot atau karakter.

Mereka mengatakan, lembaga penyiaran juga harus melakukan pemeriksaan untuk meninjau proses produksi dan menyaring sumber masalah saat praproduksi.

"Fakta sejarah tidak bisa menceritakan semua yang terjadi di masa lalu, dan mereka mengisi kekosongan itu dengan imajinasi," kata kritikus budaya Kim Seong Soo.

"Jika mereka mengingat hal itu, penonton takkan meributkan hal sepele," katanya.

Dia mengatakan, serial thriller sejarah Kingdom juga mungkin punya titik awal yang sama dengan Joseon Exorcist dalam hal kehidupan supernaturan di era Joseon, tapi Kingdom jadi terkenal di dunia, sementara Joseon Exorcist malah dihentikan sejak awal. (ant)

Editor: Yayu Fathilal