Ada yang melaksanakan haulan secara pribadi di rumah masing-masing serta berkelompok dengan jemaah terbatas.
Haul Guru Sakumpul bukan hanya di perkotaan dengan majelis-majelis taklimnya, tetapi di desa-desa atau kampung hampir seluruh pelosok “Bumi Perjuangan Pangeran Antasari” Kalsel, mereka bergotong-royong menyelenggarakan haulan tersebut.
Guru Sakumpul masih zuriat Maulana Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari, seorang ulama Banjar yang pada 18 dengan karya abadinya Kitab Sabilal Muhtadin – sebuah rujukan ilmu fikih yang juga hingga ke negeri Jiran Malaysia dan Brunei Darussalam.
Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari bermakam di Kulampayan (sekitar 15 kilometer dari Martapura), karenanya pula dengan sebutan Datu Kulampayan, juga tak pernah sepi peziarah. (ant)
Editor: Erna Djedi







