Operator Asal Norwegia Kembalikan Sambungan Internet di Seluruh Myanmar
Ukuran Huruf:
Pemerintah junta militer pun memutuskan memblokir media sosial Facebook beserta layanan kirim pesannya, Messenger, dan Whatsapp, karena aplikasi itu dianggap mengancam stabilitas negara.
Beberapa hari setelahnya, sejumlah guru dan pegawai negeri sipil ikut serta dalam aksi pembangkangan sipil.
Mereka akan mogok kerja kecuali militer memulihkan kembali kekuasaan pemerintahan yang sah.
Junta militer pada Sabtu (6/2) lanjut memerintahkan agar Twitter dan Instagram diblokir, karena aplikasi itu digunakan para demonstran untuk berbagi informasi. Junta juga memerintahkan adanya pemutusan layanan Internet.
Puluhan ribu demonstran melanjutkan aksi protesnya di Yangon dan beberapa kota lainnya, Sabtu hingga Minggu. (ant)
Editor: Erna Wati