WARTABANJAR.COM
- Belum reda musibah melanda Tanah Air, kecelakaan Sriwijaya SJ-182, banjir di mana-mana, kini duka datang dari Sulawesi Barat, tepatnya di Majene.

Gempa berkekuatan 6,2 di Majene, Sulawesi Barat, yang terjadi Jumat dinihari menyebabkan kerusakan tidak sedikit termasuk korban jiwa.

Musibah ini pun menggugah keprihatinan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Melalui lama Twitter, pemilik maskapai Susi Air ini menyampaikan duka cita dan belasungkawa.

"Turut berduka atas korban gempa di Majene, Sulawesi barat. Semoga evakuasi dan bantuan segera datang," tulis Susi Pudjiastuti yang diunggah, Jumat (15/1/2021), pukul 10.54 AM.

Unggahan mantan menteri yang dikenal dengan istilah 'tenggelamkan' ini pun banyak mendapat respons warganet, setidak sekitar 10 menit diposting sudah hampir 200 yang meretweet dan lebih 500 memberikan respons suka.

Ada pula yang memberikan komentar di unggahan Bu Susi ini.

Seorang netizen bernama Indra G Ibrahim dengan akun @indr4gun membalas
@susipudjiastuti. "Semoga Ibu Mensos segera turun," tulisnya disertai emoticon jempol.

TNI Kerahkan Pesawat

Sementara itu, TNI Angkatan Udara mengerahkan sejumlah pesawat untuk membantu korban yang terdampak akibat gempa bumi Magnitudo 6,2 di Majene, Sulawesi Barat, yang terjadi Jumat dinihari.

Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang B dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, mengatakan, sesuai instruksi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memerintahkan untuk memberangkatkan pesawat Boeing 737 dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin.

"Ini untuk memastikan situasi dan kondisi daerah yang terdampak bencana alam dan mengalami kerusakan dari udara," katanya.

TNI AU juga menyiagakan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 33 Lanud Hasanuddin dan Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, pesawat CN 295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, dan satu pesawat Helikopter Super Puma NAS-332 dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja standby SAR Lanud Sultan Hasanuddin.

"Pesawat-pesawat itu untuk dukungan Search dan Rescue (SAR), evakuasi, dan bantuan logistik kepada warga masyarakat yang terdampak bencana," kata Indan.