Suka Minuman Kekinian Gula Aren? Berbahaya atau Tidak? Begini Penjelasan dari Kemenkes

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Minuman dengan gula aren makin sering muncul di mana-mana, mulai dari kopi susu sampai minuman kekinian lainnya.

Rasanya yang khas dan kesan “lebih alami” membuat banyak orang menganggapnya lebih sehat dibanding gula putih.

Tapi, sebenarnya aman atau tidak ya minuman tersebut untuk kesehatan?

Dan apakah baik jika sering diminum?

Supaya kamu tidak cuma ikut tren, penting untuk melihatnya dari berbagai sisi, seperti proses pembuatannya sampai dampaknya bagi tubuh.

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Minggu (10/5/2026), berikut ini penjelasannya:

  1. Dari Mana Gula Aren Berasal?

Gula aren dibuat dari nira pohon aren yang direbus hingga mengental lalu mengkristal.

Prosesnya tergolong lebih tradisional dan minim pemurnian dibanding gula putih.

Karena itu, gula aren masih mengandung sedikit mineral seperti: kalium, magnesium, dan zat besi.

Meski terdengar lebih “alami”, jumlah nutrisi ini sebenarnya sangat kecil.

Jadi, jangan langsung menganggap gula aren sebagai pilihan yang bebas risiko.

  1. Tetap Saja, Gula Aren adalah Gula

Terlepas dari prosesnya, gula aren tetap termasuk gula, dengan kandungan utama sukrosa.

Artinya, gula aren tetap bisa meningkatkan kadar gula darah, dan tetap berkontribusi pada asupan kalori harian.

Memang, indeks glikemiknya sedikit lebih rendah dibanding gula putih, tetapi dalam praktiknya, perbedaan ini tidak terlalu berarti jika kamu mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Buat kamu yang punya diabetes atau resistensi insulin, ini jadi hal yang perlu diperhatikan serius.