WARTABANJAR.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pemerintah sebelumnya telah menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mengantisipasi kebutuhan energi menjelang Idulfitri.
Hasilnya, stok BBM maupun LPG dipastikan dalam kondisi aman.
“Stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri insyaAllah semua aman, termasuk dengan LPG,” ujarnya.
Sementara untuk BBM non-subsidi, Bahlil menjelaskan bahwa penetapan harganya mengikuti mekanisme pasar sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022.
Dengan skema tersebut, harga BBM nonsubsidi dapat menyesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia.
Selain itu, Bahlil meluruskan informasi yang beredar terkait kemampuan stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari imbas perang di q q qr Tengah.
Ia menegaskan, kapasitas tersebut bukanlah kondisi darurat, melainkan mencerminkan kemampuan daya tampung (storage) yang selama ini dimiliki Indonesia.
“Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” jelasnya.
Menurut Menteri Bahlil, standar nasional minimal berada di angka 20–21 hari, sementara maksimalnya sekitar 25 hari.
Dalam rapat bersama DEN, rata-rata ketahanan stok BBM nasional tercatat di level 22–23 hari. Keterbatasan stok disebabkan oleh kapasitas tangki penyimpanan yang belum memadai untuk menampung cadangan lebih besar, bukan karena ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan pasokan.





