WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong menyiapkan puluhan dosis vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies untuk mengantisipasi kasus gigitan hewan penular rabies di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tabalong, Taufik, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar penularan rabies pada manusia dapat segera ditangani jika terjadi kasus gigitan hewan.
Hal itu disampaikannya kepada wartabanjar.com, Rabu (4/3/2026).
Menurut Taufik, hingga saat ini kasus gigitan hewan penular rabies masih ditemukan di Kabupaten Tabalong. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 108 kasus gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies.
“Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 108 kasus gigitan hewan penular rabies,” ujar Taufik.
Untuk mengantisipasi risiko penularan rabies pada manusia, Dinkes Tabalong memastikan ketersediaan vaksin dan serum anti rabies pada tahun 2026 dalam kondisi aman.
Saat ini, Dinkes Tabalong menyediakan sebanyak 47 vial vaksin anti rabies dan 8 vial serum anti rabies yang telah didistribusikan ke seluruh puskesmas di wilayah selatan, tengah, hingga utara Kabupaten Tabalong.
“Kami menyediakan 47 vial vaksin anti rabies dan 8 vial serum anti rabies yang telah didistribusikan ke seluruh puskesmas,” jelasnya.
Selain yang telah disalurkan ke fasilitas kesehatan, stok di instalasi farmasi kabupaten juga masih tersedia dengan jumlah yang sama, yakni 47 vial vaksin anti rabies dan 8 vial serum anti rabies.







