WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang dalam beberapa waktu terakhir mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru meningkatkan pengecekan pohon di sejumlah titik rawan tumbang.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi pohon patah atau tumbang yang dapat membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.
Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Banjarbaru, M. Taufiq Hidayat, mengatakan pihaknya rutin melakukan survei dan perawatan pohon, tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat.
“Selama ini kami memang melakukan perawatan rutin. Jika ada permohonan atau laporan, sekalian kami survei kondisi pohon di lokasi tersebut,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Tidak Hanya Faktor Cuaca
Taufiq menjelaskan, beberapa kejadian pohon patah dan tumbang tidak semata-mata disebabkan oleh cuaca ekstrem. Faktor aktivitas kendaraan berat juga turut berpengaruh.
“Ada kejadian karena tertabrak mobil besar. Ada juga kendaraan kontainer yang terlalu ke pinggir sehingga mengenai pohon,” jelasnya.
DLH Banjarbaru juga telah melakukan pendataan pohon sejak 15 Februari 2026, khususnya di jalur Liang Anggang hingga Landasan Ulin. Kegiatan ini meliputi penandaan serta pemantauan kondisi fisik pohon secara berkala.







