Israel Sebut Tuntutan Gencatan Senjata Hamas Bisa Hambat Proses Negosiasi

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Konflik dan perang antara Palestina dan Israel masih berlangsung hingga sekarang sejak serangan Badai Al Aqsha 7 Oktober 2023.
Kelompok pejuang Palestina, Hamas menuntut gencatan senjata abadi dengan Israel.

Menanggapi ini, seorang pejabat tinggi Israel mengatakan bahwa tuntutan itu menghambat prospek untuk mencapai gencatan senjata.

“Sejauh ini, Hamas belum melepaskan tuntutannya untuk mengakhiri perang, sehingga menggagalkan kemungkinan tercapainya kesepakatan,” kata pejabat tersebut.

Ia menolak laporan-laporan bahwa Israel telah setuju mengakhiri perang sebagai bagian dari kesepakatan membebaskan para sandera.

Arab News memberitakan bahwa pejabat itu mengatakan saran-saran yang menyebut Israel siap mengizinkan para mediator memberikan jaminan kepada Hamas untuk mengakhiri perang juga tidak akurat.

Komentar tersebut muncul setelah para perunding Hamas kembali ke Mesir pada Sabtu (4/5/2024) untuk memberikan tanggapan mereka terhadap usulan jeda dalam perang yang kini sudah hampir tujuh bulan itu.

Para mediator dari Mesir, Qatar dan AS telah menunggu Hamas menanggapi proposal yang akan menghentikan pertempuran selama 40 hari dan menukar sandera dengan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Meskipun telah berbulan-bulan diplomasi, para mediator tidak dapat menengahi gencatan senjata baru seperti gencatan senjata yang lalu yang dilakukan selama seminggu yang membuat 105 sandera dibebaskan pada November 2023 silam, termasuk di antaranya warga Israel yang ditukarkan dengan warga Palestina yang ditahan negara Zionis tersebut.