WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Belajar beladiri memang mesti dipraktikan, sebab dengan praktik maka apa yang dipelajari akan dirasakan apakah secara teknik berfungsi atau tidak.
Terutama bagi bocah perempuan, praktik membeladiri melalui simulasi sangatlah diperlukan.
Hal ini akan membangun kepercayaan diri dalam menerapkan teknik.
Simulasi sebaiknya dilakukan dengan pengawasan pelatih.
Kemudian berbagai situasi berdasar contoh kasus bisa menjadi acuan dalam simulasi.
Bentuk ancaman bisa dilatih dua jenis yaitu bentuk renggang dan bentuk rapat.
“Bentuk renggang adalah jarak dengan lawan cukup jauh kemudian lawan mendekat untuk melakukan tindakan,” ujar Praktisi Karate & Beladiri Praktis, Harry Budiman.
Bentuk rapat yaitu lawan sudah berada di dekat si bocah kemudian melakukan tindakan, misal menangkap tangan, menarik rambut dan sebagainya.







