WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar kegiatan Temu Narasi 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, di Gedung Auditorium Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (05/11/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya memperkenalkan perjalanan hidup, perjuangan, pemikiran, serta nilai-nilai keteladanan Syekh Yusuf Al-Makassari kepada masyarakat luas.

Syekh Yusuf Al-Makassari lahir di Lakiung, Gowa, Sulawesi Selatan, pada 3 Juli 1626. Ia merupakan putra Sultan Alauddin, Raja Gowa ke-14. Syekh Yusuf kemudian dikenal sebagai ulama yang memiliki perjalanan panjang dalam menuntut dan menyebarkan ilmu hingga akhir hayatnya pada 1699.

Selain dikenal sebagai sosok yang gemar menuntut ilmu, Syekh Yusuf juga dikenal sebagai tokoh tasawuf. Salah satu ajaran yang menjadi perhatian adalah pentingnya berbuat baik kepada semua makhluk, tidak hanya kepada sesama manusia.

Pandangan tersebut mengajarkan bahwa seluruh kehidupan di muka bumi merupakan bagian dari kehendak Allah SWT sehingga harus dihormati dan dijaga.

Acara temu narasi tersebut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Helmie, perwakilan Pemerintah Kota Banjarbaru, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Selatan, Manggar Sari Ayuati, tokoh budaya, serta wartawan. 

Baca Juga: Korem 101/Antasari Sampaikan Duka Mendalam, Tiga Prajurit Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Water Bombing Karhutla

Baca Juga: Kapolres Banjarbaru Tindaklanjuti Larangan Anggota Polri Gunakan Vape, Ada Sanksi Internal

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Selatan, Manggar Sari Ayuati, mengatakan kegiatan Temu Narasi merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan untuk menyebarluaskan nilai-nilai penting dari ketokohan Syekh Yusuf Al-Makassari, baik kepada masyarakat Indonesia maupun dunia.

Ia berharap, perjalanan hidup dan semangat perjuangan Syekh Yusuf dapat menjadi inspirasi, termasuk bagi kalangan wartawan dalam menyampaikan berita yang mencerahkan dan memperkuat nilai-nilai budaya dan kebangsaan. 

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kebudayaan untuk menyebarluaskan serta meneladani nilai-nilai penting dari ketokohan Syekh Yusuf Al-Makassari kepada masyarakat luas," ujarnya.