WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Keluarga besar Komando Resor Militer (Korem) 101/Antasari menyampaikan belasungkawa, atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat dalam kecelakaan helikopter MI-17, yang tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ungkapan duka cita tersebut disampaikan melalui akiun resmi Instagram Korem 101/Antasari, yang memuat foto ketiga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas dalam Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan.

Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari, Brigadir Jenderal TNI Ilham Yunus SSos MSi, beserta seluruh keluarga besar Korem 101/Antasari turut berduka cita atas musibah tersebut, Kamis (05/11/2026).

Tiga prajurit yang gugur dalam insiden tersebut, yakni Mayor CPN Dudi Firmansyah, Lettu CPN Nurhafiz Akbar R, dan Serda Hery Prasetyo.

Dalam ungkapan belasungkawanya, Korem 101/Antasari menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah para prajurit diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

"Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," demikian pesan duka cita yang disampaikan keluarga besar Korem 101/Antasari.

Sebelumnya, helikopter MI-17 yang digunakan untuk misi water bombing Karhutla dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Rabu (04/11/2026).

Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Korban Meninggal Jatuhnya Helikopter Water Bombing Karhutla di Seruyan Kalteng

Baca Juga: Dua Awak Heli Karhutla Tewas, Satu Hilang dan Lima Dirawat di RS Kuala Pembuang Kalteng

Helikopter tersebut diketahui lepas landas dari Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang, untuk menjalankan misi pemadaman Karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB, ketika helikopter hendak mengambil air untuk operasi pemadaman.

Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga besar TNI, khususnya jajaran Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad), serta seluruh personel yang terlibat dalam upaya penanggulangan Karhutla di Kalimantan.

Ketiga prajurit tersebut gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan, dalam membantu penanggulangan bencana Karhutla. (Wartabanjar.com)