Tiga Prajurit TNI Korban Meninggal Jatuhnya Helikopter Water Bombing Karhutla di Seruyan Kalteng
WARTABANJAR.COM, SERUYAN - Korban meninggal akibat jatuhnya helikopter TNI AD yang sedang melakukan misi water bombing kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menjadi tiga orang.
Helikopter jatuh saat hendak mengambil air di kawasan perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalteng, Rabu (4/11/2026).
Jumlah korban meninggal dalam kecelakaan tersebut terungkap dari ucapan duka cita keluarga besar Lanumad Ahmad Yani Puspenerbad.
Ketiga prajurit yang namanya tercantum dalam ungkapan belasungkawa itu adalah Letkol Cpn (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm.) Nurhafiz Akbar dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.
"Semoga para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas mulia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," tulis akun resmi Instagram Lanumad Ahmad Yani Puspenerbad, Kamis (5/11/2026).
Sebelumnya, Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono kepada pers mengungkapkan kecelakaan penerbangan itu terjadi saat helikopter yang diawaki delapan orang melaksanakan operasi pemadaman Karhutla.
Baca Juga: Mahasiswa Lempari Kantor Gubernur Kaltim Sayuran Busuk Akibat Pemadaman Listrik
Baca Juga: Sari dan Putrinya Pindah ke Suaka Margasatwa Lamandau Usai Perawatan Luka Karhutla
Sekitar pukul 11.18 WIB, helikopter itu mengalami crash atau jatuh ke kawasan perairan.
"Personel TNI AD dibantu tim gabungan mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi melalui jalur udara dan laut," ucap Donny.
Diungkapkannya, helikopter itu lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman Karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
DAFTAR KORBAN JATUHNYA HELIKOPTER WATER BOMBING
Korban Meninggal:
Letkol CPN Dudi Firmansyah
Kapten CPN Nurhafiz Akbar
Sertu Heri Prasetyo
Korban Selamat:
Kapten Suganda
Kapten CPN Febri
Letda CPN Frjiz
Pratu Gilang
Serka Kadia
(wartabanjar.com)