Sari dan Putrinya Pindah ke Suaka Margasatwa Lamandau Usai Perawatan Luka Karhutla
WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN - Setelah menjalani perawatan akibat luka bakar, Sari bersama putrinya, Sara, dipindahkan ke Suaka Margasatwa Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (4/11/2026).
Pemindahan korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng bersama Orangutan Foundation International (OFI).
Kedua orang utan tersebut ditemukan bertahan di tengah kawasan bekas kebakaran lahan di Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Selasa (3/11/2026).
Baca juga: Basarnas Hentikan Operasi Pencarian 53 Korban Kapal Virgo
Baca juga: Tabalong Kembali Cerah, Penjual Makanan dan Minuman Bersyukur Usaha Mereka Kembali Normal
"Dari hasil rescue dan dilakukan cek kesehatan ditemukan luka bakar atas nama Sari dan dilakukan perawatan secara intensif di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) milik OFI dan dinyatakan sembuh. Keduanya kemudian ditranslokasi ke Suaka Margasatwa Lamandau," kata Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II, Handi Nasoka, Rabu.
Sari dan Sara dinilai siap menjalani tahapan berikutnya di habitat yang lebih sesuai.
Sari diperkirakan berusia 20 tahun dengan berat sekitar 38 kilogram, sementara Sara diperkirakan berusia 1-2 bulan.
Kisah penyelamatan keduanya bermula ketika tim BKSDA Kalteng bersama OFI menemukan induk dan anak orang utan tersebut di pohon kering di kawasan bekas lahan terbakar.
"Dalam kondisi lingkungan yang rusak akibat kebakaran, keduanya harus segera dievakuasi. Tim penyelamat kemudian melakukan pembiusan terhadap Sari untuk memudahkan proses pengamanan induk beserta anaknya," pungkasnya.
Sementara itu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memantau kawasan Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara,setelah seekor anak orangutan ditemukan di sekitar kebun warga.
Berdasarkan laporan kepala desa dan masyarakat, diduga masih ada sedikitnya tiga individu orangutan lain di sekitar hutan dan semak belukar tepi Sungai Sampit.