WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Setelah sempat diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi udara di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, kini mulai membaik.

Dalam sepekan terakhir, kabut asap tak lagi terlihat menyelimuti wilayah Tabalong. Cuaca yang kembali cerah pun disambut rasa syukur masyarakat, setelah sebelumnya aktivitas sehari-hari sempat terganggu.

Membaiknya kualitas udara juga berdampak pada  aktivitas ekonomi masyarakat, terutama para pelaku UMKM, seperti pedagang makanan dan minuman.

Sumarni, salah seorang pemilik warung makanan dan minuman di Tabalong mengaku senang dan bersyukur, karena warungnya kembali normal didatangi para pelanggan seperti hari-hari sebelum  diselimuti kabut.

"Bersyukur sekali kabutnya hilang dan cuaca menjadi cerah, sehingga warung kami berangsur-angsur kembali normal seperti sediakala," ucap Sumarni, Rabu (04/11)2026).

Sementara itu Sudarso, warga lainnya, mengaku bersyukur karena kondisi cuaca kini lebih bersih dan tidak lagi dipenuhi kabut asap. 

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat warga bisa kembali beraktivitas di luar rumah dengan lebih nyaman. 

Baca Juga: MTQN Ke-51 Tabalong Siapkan Lima Hadiah Umrah, 29 Venue Lomba Disiapkan

Baca Juga: Wajah Baru Kepala Kantor Pertanahan Tabalong, Sekda Dorong Peningkatan Pelayanan

Kekhawatiran terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan, terutama anak-anak dan lanjut usia, juga mulai berkurang.

“Alhamdulillah cuacanya sudah bersih, mudah-mudahan jangan datang lagi kabut yang kemarin. Kasihan anak-anak, orang tua segala macam, itu aja,” harapnya.

Meski secara kasatmata kabut asap sudah tidak lagi menyelimuti wilayah Tabalong, masyarakat tetap perlu mewaspadai kondisi kualitas udara.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, melalui Stasiun Pemantauan, Jl A Yani Mabuun, Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, kualitas udara per hari ini (04/11/2026) pada pukul 12.00 Wita wilayah Tabalong tercatat di angka 64 parameter 2,5
 
Artinya, Tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan. (wartabanjar.com)