Basarnas Hentikan Operasi Pencarian 53 Korban Kapal Virgo
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Setelah lima puluh tiga hari pencarian, operasi SAR KM Virgo Transport 8 akhirnya resmi ditutup atau dihentikan. Hal ini disampaikan Kepala Basarnas Banjarmasin I Putu Sudayana usai rapat evaluasi operasi SAR, Rabu (04/11/2026).
Dalam rapat yang dilaksanakan di kantor Pelindo Banjarmasin Jalan Barito Hilir, Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin itu, sejumlah keluarga korban turut hadir.
Menurut Sudayana, penutupan operasi SAR kapal Virgo Transport 8 dilakukan karena pencarian terhadap 53 korban yang masih hilang baik darat, udara, dan laut, beberapa waktu belakangan ini dinilai tidak efektif lagi.
Basarnas, kata Sudayana, telah mengerahkan seluruh kemampuan yang ada, termasuk kolaborasi lintas wilayah antara Basarnas Banjarmasin, Basarnas Kalimantan Timur, dan Basarnas Kalimantan Barat.
Selama pencarian pihak Basarnas Banjarmasin, Kaltim, dan Kalbar, telah menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat berada 53 korban yang masih hilang.
Operasi darat berupa penyisiran garis pantai, diduga menjadi lokasi terdamparnya para korban, ditambah pencarian permukaan laut hingga ke perairan Kaltim dan Kalbar, serta pencarian jalur udara telah dikerahkan namun hasilnya nihil. Ke-53 korban tetap tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka.
Baca Juga: 4 Jenazah Korban Kapal Virgo Teridentifikasi Tim DVI Polda Kalsel
Baca Juga: 53 Orang Masih Hilang di Hari ke-27 Tragedi Kapal Virgo, DVI Identifikasi 72 Jenazah
"Pencarian yang kita laksanakan selama 53 hari, tidak ada tanda-tanda korban ditemukan lagi, maka berdasar hasil evaluasi bersama operasi SAR ini kita tutup," kata Sudayana.
Selanjutnya, usai penutupan operasi SAR tersebut, Basarnas tetap akan melakukan pemantauan.
"Selanjutnya akan dilakukan pemantauan. Dan apabila nanti di kemudian hari ada tanda-tanda korban ditemukan, maka operasi SAR ini akan kembali kita lakukan," ujar Sudayana.
Untuk diketahui, kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan laut terbalik dan tenggelam pada 13 September 2026 di perairan Laut Jawa.
Kapal tersebut memuat 243 orang berdasarkan data manifes. Hingga operasi ditutup, masih ada 53 korban yang belum ditemukan. (Wartabanjar.com)