WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel terus menggenjot pembenahan dan integrasi data kesejahteraan sosial guna memastikan program bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran. 

Hal ini menjadi tantangan utama dalam merealisasikan perlindungan atau jaminan sosial bagi warga miskin dan kelompok rentan di Banua.

​Kepala Dinsos Kalsel, Muhammad Farhanie, SP, MM mengungkapkan bahwa akurasi data merupakan kunci utama agar tidak terjadi salah sasaran dalam penyaluran bantuan. 

Karena itu dilakukan penguatan  koordinasi lintas sektor serta memberikan pembinaan dan pelatihan intensif bagi operator di tingkat desa hingga pengelola data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

​"Data yang paling utama kan dan ketepatan data itu merupakan tantangan yang harus kita benahi. Jadi operator-operator tingkat desa sudah kita berikan pelatihan-pelatihan, kemudian kawan-kawan pendamping sosial serta perangkat di tingkat desa harus benar-benar turun ke masyarakat agar bantuan itu tepat sasaran," kata Farhanie di program "Warta Bicara" kolaborasi Diskominfo Kalsel dan Wartabanjar.com, Selasa (3/11/2026). 

Baca Juga:  Genjot Layanan Trans Banjarbakula, Kalsel Miliki Feeder Transportasi Publik Kabupaten Terbanyak di Indonesia

Baca Juga: Bantu Warga Sanggah Desil Perlinsos, Dinsos Banjarmasin: Perlu Gerakan Massif

Untuk mengatasi permasalahan inclusion error (orang tidak berhak tetapi masuk data) dan exclusion error (warga yang berhak justru terlewat), pemerintah kini membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat. 

Ditegaskan Farhanie, warga dapat memanfaatkan kanal digital resmi seperti aplikasi Cek Bansos di Play Store untuk memeriksa status desil kemiskinan dan melakukan sanggahan secara mandiri jika data tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Selain itu, pemerintah pusat juga tengah menggalakkan program kepedulian sosial berbasis masyarakat atau agen Perlinsos (Perlindungan Sosial).

Melalui program ini masyarakat dapat berperan aktif melaporkan atau memperbarui data sendiri atau orang lain yang mereka ketahui membutuhkan bantuan social.