Genjot Layanan Trans Banjabarkula, Kalsel Miliki Feeder Transportasi Publik Kabupaten Terbanyak di Indonesia
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menggenjot peningkatan layanan transportasi publik.
Peningkatan layanan transportasi publik itu tidak hanya terpusat di perkotaan tetapi juga menjangkau hingga ke daerah pelosok.
Hal tersebut merupakan bagian dari realisasi janji kepala daerah untuk memberikan kemudahan mobilitas serta menekan biaya transportasi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Fitri Hernandi mengungkaplan kehadiran Trans Banjarbakula menjadi pilot project yang kini semakin dinikmati oleh masyarakat.
"Yang pertama perlu kita ingat bahwa janji keempat Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur adalah peningkatan transportasi umum hingga ke pelosok," ujarnya di program podcast Warta Bicara, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga: Hari Ini Bus Tayo Listrik Beroperasi, Ukuran Jumbo Mampu Bawa 50 Penumpang Trans Banjarbakula
Baca Juga: Hari Ini 17 September 2026, Bus Tayo Transbanjarbakula Khusus Perempuan Mulai Beroperasi
Baca Juga: Bus Tayo Listrik Trans Banjarbakula Beroperasi 1 Oktober, Siapkan Skema Tarif Papadaan
Guna meringankan beban masyarakat di tengah tingginya harga bahan bakar, pemerintah meluncurkan inovasi Tarif Papadaan,
Yakni, tarif terintegrasi yang memungkinkan penumpang cukup membayar satu kali untuk perjalanan sambungan antar-moda transportasi.
Selain itu, Kalsel tercatat sebagai satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang memiliki feeder kabupaten terbanyak secara nasional.
Pemerintah juga berencana memperluas cakupan layanan ke wilayah lain seperti Banua Anam melalui pilot project rute Rantau hingga Tanjung pada tahun 2027 mendatang.
"Kalsel merupakan salah satu provinsi di luar Jawa, satu-satunya malah di Indonesia yang punya feeder kabupaten paling banyak se-Indonesia," ungkap Fitri.
Selain transportasi darat, sektor transportasi udara turut menjadi sorotan strategis.
Bandara Syamsudin Nor berhasil mengembalikan status internasionalnya pada Mei 2025 berkat komitmen dan perjuangan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.
Langkah ini terbukti sukses dengan dibukanya penerbangan perdana rute Banjarmasin–Kuala Lumpur pada Oktober 2025 yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.