WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Kegeraman para peternak ayam di Palangka Raya, Kalteng memuncak.

Mereka melemparkan ribuan bangkai ayam ke halaman kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jumat (30/10/2026)

Aksi ini dipicu kembali terjadinya pemadaman listrik.

Beberapa wakt lalu, pemadaman bergilir pernah terjadi lebih dari sebulan. 

Setelah sempat membaik, kini pemadaman listrik kembali terjadi.

Kondisi semakin menambah penderitaan warga Palangka Raya yang selama 4 bulan harus hidup Bersama kabut asap Karhutla (kebakaran hutan dna lahan).

Para peternak ayam yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap menilai gangguan pasokan listrik telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

Terlebih bagi mereka, para pelaku usaha yang bergantung pada listrik.

Ribuan ayam ternak mereka dilaporkan mati karena sirkulasi udara di dalam kandang tidak berfungsi akibat listrik sering padam.

Menurut perwakilan peternak ayam, Fiteli Waruwu, pemadaman listrik sering terjadi mendadak. Kalaupun diumumkan sering tidak sesuai jadwal dan waktu yang disebutkan dalam pengumumanya itu.

Kandang pun menjadi panas dan banyak ayam yang mati.

"Kami sangat dirugikan," tegasnya.

Diungkapkannya,  jumlah ayam yang mati mencapai sekitar 7.000 ekor.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.000 bangkai ayam dibawa dalam unjuk rasa

Baca Juga: Pedagang Parfum Sulit Takar Pesanan, Warga Banjarmasin Keluhkan Pemadaman Listrik PLN

Baca juga: Selang Tak Cukup, Relawan Padamkan Karhutla Pakai Galon

Selain kehilangan ribuan ternaknya, mereka masih harus menanggung biaya operasional dan pemeliharaan yang telah dikeluarkan. 

Pasalnya, pemasukan dari penjualan ayam menjadi berkurang bahkan tidak ada.

"Kami meminta PLN segera memberi solusi agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik," ucapnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)