WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN - Tanpa pamrih dan sekadar foto-foto, sekitar 40 relawan pemadam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kabupaten  Kotawaringin Barat (Kobar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Mereka bahkan harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melakukan pemadaman.

Selain berada di kawasan hutan, para relawan harus menggotong galon berisi air  secara estafet untuk sampai ke titik api.

Baca juga: Banpres Karhutla Banjarmasin Rp20 Miliar Belum Dieksekusi, Masih Tunggu Usulan SKPD

Baca juga:Anggota DPR dan Pemko Banjarmasin Godok Aturan Kawal Banpres Karhutla Rp20 Miliar

Hal itu karena selang mereka dari sumber air tidak cukup untuk mencapai lokasi.

Perjuangan para relawan mengangkut air menggunakan galon secara estafet tampak di unggahan akun Instagram @trian_syahla12, Jumat (30/10/2026).

Relawan sekaligus pelaku wisata di TNTP, Moncos,  mengatakan sumber air yang jauh dari titik api menjadi salah satu kendala.

Agar api tetap dapat teratasi mereka menggunakan galon untuk membawa air ke titik api.

Di tengah ancaman karhutla terhadap TNTP, satu orang utan dewasa tertangkap kamera drone bertengger di pohon. 

Pemandangan tersebut menjadi perhatian relawan yang terus memantau kondisi satwa liar di kawasan hutan tersebut.

Rekaman yang diambil pada Jumat (30/10/2026) memperlihatkan orang utan itu berada di antara dahan-dahan pohon. 

Posisinya tampak tenang, menyerupai perilaku satwa yang sedang bersiap untuk beristirahat atau tidur.

Moncos mengatakan orang utan tersebut merupakan salah satu individu yang berusaha menyelamatkan diri dari ancaman kobaran api.

Relawan pun memilih tidak mendekat agar keberadaan mereka tidak mengganggu aktivitas maupun perilaku alami satwa tersebut.

"Pemantauan dilakukan menggunakan drone untuk mengetahui kondisi orang utan dari udara. Melalui cara itu, relawan bisa mengamati pergerakan satwa tanpa harus melakukan kontak langsung," katanya. (Wartabanjar.com)