Bantu Warga Sanggah Desil Perlinsos, Dinsos Banjarmasin: Perlu Gerakan Massif
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN — Sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) menjadi sorotan penting sebagai pilar utama negara untuk menjaga kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Namun, efektivitas program bantuan sosial ini kerap tersandung masalah klasik yakni akurasi data di lapangan.
Banyak masyarakat yang mempertanyakan validitas data yang dijadikan dasar penentuan Desil (kategori kelompok penerima bantuan sosial)
Untuk menjawab tantangan tersebut, perlu adanya gerakan masif dari berbagai kalangan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat
Langkah ini dinilai mendesak agar tidak ada lagi warga yang berhak menerima namun luput dari jangkauan jaring pengaman sosial.
Baca Juga: Kampung Ketupat Sungai Baru Banjarmasin Dibongkar, ini Alasan Wali Kota HM Yamin
Baca Juga: Daerah Tetangga Dapat Banpres Karhutla Rp100 Miliar, Kota Banjarmasin Nihil
Gerakan massif ini sudah dilakukan di Kota Banjarmasin dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN), personel TNI/Polri hingga ketua RW dan Ketua RT.
"Ketika kita mendata jumlah penduduk miskin ada sekitar 211 ribu, pada saat ini (yang terdaftar) baru 39 ribu di pendaftaran Perlinsos. Jadi perlu gerakan secara massif, juga sudah dikeluarkan instruksi Wali Kota Banjarmasin, seluruh ASN, kemudian RT, RW, pegawai BUMD bahkan sekarang dilengkapi TNI/Polri untuk membantu masyarakat mendaftar jika mereka tidak memiliki kemampuan," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Eka Rahayu Normasari dalam program podcast Warta Bicara, Rabu (14/10/2026).
Diungkapkannya, Dinas Sosial sebenarnya sudah memiliki Pos Pelayanan Sosial untuk mewadahi pendaftaran penerima Perlinsos, tetapi terkendala oleh batasan waktu.
"Beda kalau RT, RW, tetangga, bila mereka ikut mendaftarkan warganya atau tetangganya maka akan lebih fleksibel karena tidak ada batasan waktu. Bisa kapan, semisal saat rapat RT, ketemu di langgar, di masjid, bisa langsung didaftarkan. Jadi perlu Gerakan massif agar tidak ada satu warga pun yang tertinggal mendapatkan bantuan apabila mereka berada di kategori layak menerima Perlinsos," kata Eka Rahayu.