Sementara itu, Ketua DPC Gekrafs HST H. Arif Budiman yang diwakili Ketua Bidang II Pengembangan Talenta Muhammad Reza Fauzan menyoroti peran ekonomi kreatif dalam menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Pria yang akrab disapa Eza tersebut menilai kreativitas dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

“Gekrafs HST siap berkolaborasi lintas sektor untuk mengawal ide-ide kreatif pemuda daerah agar tidak sekadar menjadi wacana, melainkan mewujud menjadi produk komersial yang bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Menurut Eza, kolaborasi dengan HIPMI dapat mempertemukan kreativitas pelaku ekonomi kreatif dengan jaringan usaha dan strategi bisnis yang dimiliki para pengusaha.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem usaha yang saling mendukung, termasuk memperkuat hubungan antara pelaku ekonomi kreatif dan jaringan bisnis lokal.

Dengan begitu, ide-ide kreatif anak muda berpeluang berkembang menjadi produk komersial yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Talk show bisnis tersebut diikuti peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, pengusaha muda, hingga masyarakat umum.

Melalui Festival Pemuda Menyala 2026, kolaborasi HIPMI dan Gekrafs diharapkan dapat mendorong lebih banyak anak muda HST berani merintis usaha, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan potensi daerah menjadi peluang ekonomi. (wartabanjar.com/*)