Terjepit Saat Bermain, Seorang Anak di Landasan Ulin Dievakuasi Damkar Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Aksi cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan berhasil menyelamatkan seorang anak perempuan berusia delapan tahun yang terjepit di antara tembok saat diduga sedang bermain, Jumat (30/10/2026) sore.
Proses evakuasi berlangsung di wilayah Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.
Petugas bahkan harus membongkar sebagian tembok untuk melepaskan tubuh anak tersebut yang terjepit cukup kuat.
Komandan Regu 3 Damkar Pemko Banjarbaru, Agus Budianto, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga melalui layanan darurat Call Center 112.
“Ada warga yang melaporkan anak tetangganya terjepit. Kita minta videonya dulu supaya bisa analisa bagaimana kejadian terjepitnya, setelah kita lihat video kita siapkan peralatan,” ujar Agus saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (31/10/2026).
Setelah menerima laporan dan menganalisis kondisi di lokasi melalui video, Regu 3 langsung menerjunkan empat personel untuk melakukan pertolongan.
Awalnya, petugas berupaya mengevakuasi korban tanpa merusak bagian tembok.
Namun, karena posisi tubuh korban terjepit cukup kuat, upaya tersebut mengalami kesulitan.
Baca Juga 5 Bangunan Terbakar di Pekapuran Laut Banjarmasin
Baca Juga Sempat Rendam Rumah Warga, Luapan Sungai Kemuning Banjarbaru Berangsur Surut
“Ternyata memang terjepitnya sangat kuat dan untuk naik ke atap itu agak susah karena memerlukan waktu supaya jangan terlalu lama,” jelasnya.
Petugas kemudian meminta izin untuk membongkar sebagian tembok agar korban bisa segera dikeluarkan. Langkah tersebut akhirnya berhasil dan proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit.
Beruntung, anak perempuan tersebut berhasil diselamatkan tanpa mengalami luka-luka.
Agus mengimbau para orangtua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak ketika bermain, terutama di lingkungan rumah yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Menurutnya, kejadian anak terjebak atau terperosok saat bermain bukan kali pertama terjadi.
“Bahkan kejadian bukan ini saja, ada yang bermain di atas sumur, lalu jebol penutup sumur yang beton itu. Jadi pergerakan anak saat bermain itu tetap diawasi,” pungkasnya. (Wartabanjar.com)