Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan medis untuk mendukung penanganan dampak karhutla.

“Pemerintah telah menyalurkan 137.000 masker KN95 dan 500.000 masker bedah, terutama untuk wilayah dengan tingkat polusi tinggi. Bantuan juga mencakup 50 unit oxygen concentrator, 35 unit nebulizer, 100 tabung oksigen, 37 unit air purifier, 270 botol multivitamin sirup, 800 strip multivitamin tablet, serta obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terdampak karhutla,” ungkap Menteri Kesehatan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk melayani masyarakat terdampak karhutla.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam melayani masyarakat terdampak kabut asap. Koordinasi dengan pemerintah pusat serta dukungan sarana medis diperlukan untuk mengoptimalkan penanganan kesehatan,” tandas Gubernur.

Peninjauan ini menjadi upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan serta melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Kesiapan fasilitas kesehatan di Kalimantan Tengah diharapkan tetap terjaga agar penanganan dampak karhutla berjalan optimal dan kebutuhan medis masyarakat terpenuhi. (Wartabanjar.com)