WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Rustini Murtadho, istri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Posko Kesehatan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jalan Jurusan Pelaihari RT 01 RW 01, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 paket bantuan disalurkan kepada masyarakat. Rustini juga berinteraksi langsung dengan warga, untuk mendengarkan keluhan mereka selama kabut asap menyelimuti kawasan tersebut.

Rustini mengatakan, kedatangannya bersama sejumlah perempuan dari Fraksi PKB merupakan bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang terdampak.

“Kalau ada kesulitan, kalau kita bersama-sama insyaallah semuanya akan menjadi lebih ringan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah PKB Kalimantan Selatan yang membuka posko kesehatan dan menyalurkan bantuan bagi warga. Menurutnya, upaya serupa diharapkan dapat dilakukan kader PKB di daerah lain yang juga menghadapi bencana.

Baca Juga: Muhaimin Iskandar Soroti Korupsi Dana Bencana, Minta Kantor PKB Jadi Pusat Pelayanan Masyarakat

Baca Juga: Sehari Setelah Tiga Tersangka Ditahan, Kantor BKSDA Kalsel Terpantau Sepi

Rustini mengaku merasakan langsung bau menyengat seperti asap pembakaran, saat tiba di Kalimantan Selatan. Kondisi itu membuatnya membayangkan beratnya keadaan warga yang harus menghirup kabut asap selama berhari-hari.

Ia juga menyoroti dampak kabut asap terhadap kelompok rentan, seperti bayi dan ibu hamil, serta berharap penanganan karhutla dilakukan secara serius, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sementara itu, Ketua RT 01 Pengayuan, Salasiah, menyampaikan terima kasih atas bantuan dan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada warganya.

Ia mengatakan, sebagian warga mengalami keluhan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan demam selama kabut asap. 

Kehadiran posko kesehatan dinilai membantu masyarakat, yang kesulitan menjangkau puskesmas karena jaraknya cukup jauh.

Salasiah berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus membantu mereka memperoleh pelayanan kesehatan di tengah dampak kabut asap. (Wartabanjar.com)