WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Pesisir Pantai Batakan Baru bertransformasi menjadi panggung budaya megah berskala internasional, saat ratusan layang-layang mancanegara menghiasi langit Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (24/10/2026).

​Helatan tahunan dua hari yang dirangkaikan dengan aksi kemanusiaan galang dana karhutla serta penampilan artis nasional ini, dipuji langsung oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (PELANGI), Sari Madjid, yang menegaskan posisi strategis Tanah Laut di peta budaya dunia.

​"Indonesia diwakili oleh Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Dumai. Karena empat kabupaten, provinsi ini yang sudah mendapatkan warisan budaya tak benda untuk layang-layang. Mudah-mudahan tahun depan akan diketok palunya dan Indonesia juga mendapatkan dari UNESCO," ungkap Sari Madjid, Sabtu (24/10/2026).

​Peluang emas Tanah Laut menuju pengakuan UNESCO tersebut, diperkuat oleh pengakuan peserta asal Singapura, Mutiara, dari Asosiasi Layang-Layang Singapura, yang mengaku sangat terpesona melihat atmosfer ratusan layangan menari di udara.

​"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas nama Asosiasi Layang-Layang Singapura karena telah mengundang kami ke sini. Kami sangat menghargai undangan ini dan kami sangat senang bisa berada di sini, serta melihat banyak layang-layang di sini seperti sekitar 500 layang-layang," tutur Mutiara.

Baca Juga: Antisipasi Lahan Terbengkalai, Distanhorbun Tanah Laut Pacu Program Cetak Sawah Rakyat

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Pemkab Tanah Laut Genjot Cadangan Beras Hingga 41 Ton

​Kekaguman atas kemeriahan event ini, juga diakui Mutiara yang berharap ajang internasional di pesisir Tanah Laut ini, dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

​"Rasanya sangat ajaib bagi saya, dan semoga tahun depan festival layang-layang di sini di Tanah Laut dapat diadakan lagi dan saya akan datang ke sini lagi," tambahnya.

​Kesan mendalam turut dilontarkan peserta asal Malaysia, Muhammad Ilmi, yang memboyong kontingennya dari Johor dan Pulau Pinang, untuk menjajal ketangkasan angin pesisir Batakan Baru.