WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Guna mencegah lahan pertanian terbengkalai selama musim kemarau serta mempersiapkan kembalinya petani ke sawah saat musim hujan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut memasok bantuan pompa irigasi dan memacu Program Cetak Sawah Rakyat (CSR), Kamis (22/10/2026).

Pemerintah daerah terus bergerak cepat menyiapkan infrastruktur pendukung pengairan agar fenomena petani yang beralih sementara ke sektor tambang rakyat tidak membuat sektor pertanian ditinggalkan secara permanen.

Langkah mitigasi ini disiapkan agar begitu musim hujan masuk, petani dapat langsung turun menggarap lahan secara serentak.

​Dukungan sarana dan prasarana dari APBN hingga APBD diturunkan secara masif mencakup bantuan irigasi perpompaan, pembuatan sumur bor, embung penampung air, hingga perbaikan jaringan irigasi tersier di sentra-sentra produksi padi Tanah Laut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Ir. M. Faried Widyatmoko menjelaskan bahwa skema penyerapan tenaga kerja sektor pertanian juga dimaksimalkan melalui perluasan lahan baru Cetak Sawah Rakyat.

Baca Juga Relawannya Meninggal, Yamin Harap Daerah Penerima Banpres "Pikirkan" Pemadam Karhutla dari Banjarmasin

Baca Juga Produksi 1,2 Ton Sabu, Kronologi Terbongkarnya Laboratorium Narkoba Terbesar di Indonesia

​"Total target alokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Tanah Laut tercatat sebesar 4.554,49 hektare. Berdasarkan data Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026, realisasi luas tanam padi CSR telah mencapai 2.241 hektare," ungkap Ir. M. Faried Widyatmoko saat dihubungi WartaBanjar.com, Kamis (22/10/2026).

Program strategis nasional di tingkat daerah ini tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam, tetapi juga dirancang untuk menyerap tenaga kerja lokal di pedesaan melalui wadah kelembagaan kelompok tani.

​"Dalam pelaksanaannya, pengelolaan dan penggarapan lahan CSR ini menyerap tenaga kerja lokal secara optimal melalui kolaborasi Brigade Pangan yang bekerja sama langsung dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani setempat," tambahnya.

​Meski begitu, Distanhorbun Tanah Laut tidak menampik adanya hambatan iklim dan tantangan alam dalam mengejar target perluasan tanam di lapangan selama musim gersang ini.