Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Pemkab Tanah Laut Genjot Cadangan Beras Hingga 41 Ton
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan fluktuasi harga pangan yang masih membayangi pasaran, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) memperkuat langkah antisipatif dengan menggenjot stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Kamis (22/10/2026).
Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan logistik pangan yang memadai sebagai perisai menghadapi potensi kerawanan pangan sekaligus mendukung upaya stabilisasi harga di tingkat daerah.
Kepala DKPP Kabupaten Tanah Laut, M. Kusri membeberkan rincian pergerakan logistik beras daerah berdasarkan data mutakhir hingga bulan September 2026.
Stok awal CPPD yang tercatat pada Januari 2026 sebanyak 24.790 kilogram atau 24,79 ton.
"Total penyaluran yang telah disalurkan untuk intervensi kedaruratan sebanyak 14.000 kilogram atau 14 ton, sehingga sisa stok berjalan per September 2026 tersisa sebesar 10.790 kilogram atau 10,79 ton," ungkap M. Kusri kepada WartaBanjar.com, Kamis (22/10/2026).
Guna menutup celah dan memperkuat kembali ketahanan pangan daerah, pihak DKPP saat ini tengah memproses pengadaan beras baru tahun 2026 sebanyak 30.340 kilogram atau 30,34 ton.
Baca Juga Tangkapan Sepat Rawa Tanah Laut Anjlok 25 Ribu Kilogram, Nelayan Pesisir Hasilkan Rp100 Miliar
Jumlah kuota pengadaan tersebut telah diselaraskan secara ketat dengan amanat Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2025 yang menetapkan ambang batas minimum CPP Kabupaten Tanah Laut tahun 2026 sebesar 30.250 kilogram.
Apabila seluruh proses pengadaan baru tersebut rampung dan diakumulasikan dengan sisa stok berjalan, proyeksi ketersediaan akhir cadangan beras pemerintah daerah dipastikan melonjak tajam.
"Apabila seluruh pengadaan baru tersebut telah selesai direalisasikan dan ditambahkan ke dalam sisa stok berjalan, maka total ketersediaan cadangan beras pemerintah daerah melonjak kuat menjadi 41.130 kilogram atau 41,13 ton," jelasnya.
Lonjakan cadangan hingga 41 ton ini disiapkan secara khusus oleh Pemkab Tanah Laut untuk menghadapi berbagai skenario darurat, mulai dari penanganan kerawanan pangan hingga instrumen utama dalam meredam gejolak harga beras di pasaran. (Wartabanjar.com)