WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menyoroti masih terjadinya korupsi dalam penanggulangan bencana, di tengah perjuangan masyarakat Kalimantan Selatan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Muhaimin, saat memberikan sambutan dalam peresmian kantor DPW PKB Kalimantan Selatan di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Sabtu (24/10/2026).

Di hadapan pengurus PKB dan relawan pemadam karhutla, Muhaimin menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang harus menghadapi dampak kekeringan, cuaca panas, dan kebakaran hutan.

“Badan yang menanggulangi bencana saja masih korupsi,” tegas Muhaimin.

Ia menilai, persoalan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan memperbaiki kehidupan masyarakat masih membutuhkan kerja serius dan komitmen bersama.

Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, tetapi manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan seluruh masyarakat. 

Kondisi itu menjadi tantangan bagi para pemangku kepentingan untuk memperjuangkan kesejahteraan warga.

Baca Juga: Sehari Setelah Tiga Tersangka Ditahan, Kantor BKSDA Kalsel Terpantau Sepi

Baca Juga: Polres Banjarbaru Ungkap Penyelewengan BBM Subsidi, Sita 1.900 Liter Pertalite dan 110 Liter Biosolar

Muhaimin juga mengapresiasi para relawan, yang terus bekerja membantu masyarakat terdampak karhutla. 

Ia menyampaikan penghargaan atas pengorbanan mereka dalam menghadapi bencana yang mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.

Ia meminta seluruh kader PKB menjadikan kantor baru DPW PKB Kalsel sebagai pusat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk membantu penanganan bencana.

“Saya minta kantor ini menjadi posko untuk melakukan perbaikan dan kekurangan yang ada. Insyaallah kita saling membackup, saling bahu-membahu, bergotong royong. Apa pun yang dirasakan masyarakat adalah yang kita rasakan,” ujarnya.

Muhaimin menegaskan, PKB akan terus berupaya menyalurkan bantuan, termasuk air bersih dan kebutuhan lainnya, bagi masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah.

Ia juga mengingatkan para kader agar tidak berhenti pada niat baik, tetapi harus mewujudkannya melalui tindakan nyata untuk membantu warga menghadapi kesulitan.