​"Hanyar ini soal nya om dapat kabar kalo ada harumau di sini. Sejak kecil sampai Wah ini kada yang orang pengayaan bepadah tetamu harimau. Jadi ya di habari kayani rasa kada percaya masih  Menunggui info selanjut nya ae. ," tambah Ahmad Yusup.

​Merespons keresahan warga yang kian meluas,  media wartabanjar mengonfirmasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanah Laut, Danoe Sulaiman.

Pihaknya menyatakan telah berkoordinasi dengan instansi konservasi.

​"Terkait info ini kami Damkar tidak ada yg ke lokasi, dan sudah kami koordinasikan dengan pihak BKSDA Kalsel untuk dapat ditindaklanjuti," jelas Danoe Sulaiman.

​Secara terpisah, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Agus Erwan, membenarkan bahwa timnya sudah dikirim ke lokasi kejadian.

​"Sedang ditelusuri tim kesana mas," ungkap Agus Erwan.

​Peristiwa ini bermula ketika unggahan foto sosok diduga harimau meluas di beberapa grup percakapan WhatsApp warga pada Selasa siang, 20 Oktober 2026.

Beredarnya foto tersebut menimbulkan kepanikan dan kewaspadaan tinggi di kalangan masyarakat Desa Trans 400.

Hingga berita ini ditayangkan, Wartabanjar.com masih terus mencari informasi valid karena keberadaan harimau tersebut masih berupa dugaan awal. (Wartabanjar.com)