WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Warga Desa Trans 400, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dihebohkan dengan beredarnya foto dugaan kemunculan seekor harimau di sekitar pemukiman warga pada Selasa, 20 Oktober 2026.

​Informasi mengenai dugaan kemunculan satwa liar ini telah tersebar luas di beberapa grup WhatsApp masyarakat Tanah Laut.

Salah satu percakapan intensif yang terpantau terjadi di grup WhatsApp MT Tala News Independen.

Sebagian anggota grup melempar tanggapan ragu hingga cemas terkait kebenaran foto tersebut.

Namun lainnya menduga foto yang beredar hanyalah hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga Selamat Datang Coach Djanur, Pelatih Baru Barito Putera: Djajang Nurdjaman

Baca Juga Enam Hektare Lahan di Landasan Ulin Utara Banjarbaru Terbakar

Dalam percakapan di grup obrolan tersebut, seorang warga bernama Ahmad Yusup mempertanyakan asal-usul keberadaan hewan buas tersebut di pemukimannya.

​"Lepasan dari mana lah ini harimau nya sampai datang ke Trans 400," tulis Ahmad Yusup dalam obrolan grup.

Dugaan keberadaan hewan buas ini diperkuat oleh pengakuan seorang warga bernama Jamil yang mengaku melihat langsung sosok satwa liar melintas saat hendak ke kamar mandi.

​"Saya mau ke Wc terus melihat harimau lewat ada 1 ekor larinya ke belakang rumah kediaman bapak simun," tutur Jamil.

Warga lain, Ardian, yang menyangsikan kebenaran foto tersebut.

​"Kada (bukan) kah ai ne," sahut Ardian.

​Ahmad Yusup menuturkan kepasrahannya sembari menunggu kepastian informasi resmi, mengingat ada kabar yang beredar berasal dari pembakal (kepala desa) setempat.

​"Iya pang takut nya AI. Tapi pembekal nya yang bepandir. Nunggu info selanjut nya, yang memberi info," lanjut Ahmad Yusup.

​Ardian kemudian menegaskan bahwa habitat asli harimau berada di Pulau Sumatra dan bukan wilayah Kalimantan Selatan.

​"Rasa kadada (tidak ada) harimau di Kalsel ne. Iya harimau ne setau ku Sumatera yang bnyk," respons Ardian.

​Ahmad Yusup menambahkan bahwa ia baru pertama kali mendengar kabar ada harimau di wilayah tersebut, sehingga muncul rasa tidak percaya.