Tangani Krisis Air Bersih, Lapas Banjarmasin Siapkan Tandon Berkapasitas Ribuan Liter untuk Warga Binaan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Selatan termasuk Kota Banjarmasin mengakibatkan intruisi air laut.
Intruisi air laut itu membuat PT Air Minum (PAM) Bandarmasih kesulitan memproduksi dan mendistribusikan air bersih ke warga Kota Seribu Sungai ini.
Akibatnya, krisis air bersih di wilayah Banjarmasin pun tak terelakkan.
Di tengah kondisi krisis air bersih itu, lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas 2 A Banjarmasin pun berusaha agar kebutuhan air bersih warga binaannya tetap terpenuhi.
Untuk diketahui, jumlah warga binaan yang kini berada di lapas sebanyak 1.877 orang.
Guna mencukupkan kebutuhan air bersih ribuan warga binaan di sana, pihak lembaga pemasyarakatan menyiapkan sejumlah tandon dengan kapasitas ribuan liter.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan cadangan air bersih tetap tersedia, di tengah krisis air bersih PAM yang melanda.
Baca Juga: Kunjungi Tirta Pakuan Bogor, Banggar DPRD Kota Banjarmasin Dalami Strategi Keuangan BUMD Air Minum
Baca Juga: Kasus ISPA Menurun di Banjarmasin, Dinas Kesehatan Tetap Jamin Beri Layanan Maksimal untuk Pasien
"Alhamdulillah sementara masih cukup karena kita juga menyiapkan tandon untuk cadangan air bersih yang sewaktu-waktu bisa digunakan," ungkap Kepala Lapas Kelas 2 A Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, kepada Wartabanjar.com, Senin (19/10/2026).
"Di area luar ada 5 tandon dengan kapasitas 10 ribu liter, dan di area dapur ada 15 ribu liter," katanya lagi.
Ribuan liter air bersih cadangan tersebut, kata Akhmad, berasal dari PAM Bandarmasih Banjarmasin. (Wartabanjar.com)