WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Langsung dipimpin Ketua Rikval Fachuri, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Banjarmasin dan direksi PT Air Minum Bandarmasih, melakukan kunjungan kerja ke Perumda Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor, Jabar.

Kunjungan kerja pada Senin (12/10/2026) itu merupakan bagian dari upaya menggali informasi, bertukar pengalaman, serta mempelajari strategi pengelolaan perusahaan daerah air minum.

Juga untuk meningkatkan kinerja keuangan, memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan mengoptimalkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut anggota Banggar, Hari Kartono, mereka bertukar pikiran untuk memperoleh referensi mengenai pengelolaan perusahaan daerah air minum yang berorientasi pada peningkatan kinerja keuangan sekaligus pelayanan publik.

Ditegaskannya, pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD) air minum tidak hanya berkaitan dengan kemampuan perusahaan menjalankan operasional dan menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih.

Baca Juga: DPRD Banjarmasin Dukung Penambahan Pipa PAM Bandarmasih Antisipasi Air Asin Kemarau Mendatang

Baca Juga: DPRD Kota Banjarmasin Usulkan Perluasan Bantuan PIP dan Beasiswa untuk Murid TK

Selain aspek keuangan, juga dilakukan pembahasan pengelolaan pelayanan pelanggan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta dukungan sumber daya manusia dan tenaga teknis dalam menunjang kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.

Rombongan Banggar DPRD Kota Banjarmasin dan PT Air Minum Bandarmasih diterima oleh Direktur Operasional Dani Rahmawan, Manajer Keuangan Fuji Lestari, Manajer Pelayanan Pelanggan Sony Hendrawan, serta Nita selaku Asisten Manajer Kesekretariatan.

Dari hasil diskusi, optimalisasi kinerja BUMD air minum memerlukan pengelolaan pendapatan dan biaya operasional yang terukur, perencanaan investasi yang tepat, serta pemanfaatan sumber daya perusahaan secara efektif. 

Sementara dari sisi pelayanan, perusahaan dituntut mampu menjaga kualitas layanan, meningkatkan respons terhadap pengaduan pelanggan, dan memastikan infrastruktur pendukung berfungsi secara optimal.

Perusahaan tidak hanya dituntut menjaga kesehatan keuangan, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan yang berkelanjutan kepada masyarakat.