DPRD Banjarmasin Dukung Penambahan Pipa PAM Bandarmasih Antisipasi Air Asin Kemarau Mendatang
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Keinginan PT Air Minum (PAM) Bandarmasih menambah pipa air baku dari Intake Pematang Panjang Kabupaten Banjar ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Jalan Pramuka Banjarmasin dari dua menjadi tiga pipa mendapat sambutan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin.
Hal ini karena rencana tersebut untuk mengantisipasi air asin sungai di Banjarmasin saat kemarau pada waktu mendatang.
Terlebih pada 2026 ini, kemarau begitu ekstrem hingga mengakibatkan instrusi air laut dan menyulitkan PAM Bandarmasih memproduksi serta mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, H Muhammad Faisal Hariyadi, menegaskan dukungan dewan terhadap rencana Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi tersebut.
"Kami menilai langkah kongkrit harus segera dilaksanakan PAM Bandarmasih," katanya saat dikonfirmasi Wartabanjar.com, Rabu (14/10/2026).
Baca juga: Karhutla Ganggu Mahasiswa UMB Batola, Perkuliahan Daring Diterapkan 1-2 Pekan ke Depan
Mengingat rencana perusahaan milik Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut memerlukan modal besar, Faisal menegaskan perlunya pembicaraan serius berbagai pihak terkait.
"Biaya tentu menjadi hal utama dalam rencana ini, sehingga sangat perlu dilakukan pembicaraan serius antara Pemko, DPRD Banjarmasin dan tentunya ada tanggung jawab pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Balai Wilayah Sungai," katanya.
Disampaikan Faisal, teknis penambahan pipa air baku dari intake Pematang Panjang belum pernah disampaikan direksi PAM Bandarmasih ke DPRD Banjarmasin khususnya Komisi II.
Kendati demikian, menurut Faisal, jauh sebelum krisis air baku karena intrusi air laut, dalam rapat dengan Direksi PAM Bandarmasih, Komisi II telah mendorong agar pembangunan pipa antara Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 dan 2 secepatnya dilaksanakan.
"Sekarang, air baku di Intake Sungai Bilu tidak bisa sama sekali digunakan. Andai perpipaan itu selesai tentu air baku dari Sungai Tabuk bisa digunakan kedua IPA," ujarnya.