Kabut Asap Karhutla Masih Tebal, Bayi di Samarinda dan Buntok Meninggal karena Sesak Napas
Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok, dr. Dadang Baskoro Nugroho mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan medis, bayi tersebut didiagnosis mengalami pneumonia atau infeksi paru-paru yang cukup serius.
"Tim medis telah berupaya memberikan penanganan untuk menyelamatkan pasien. Namun, kondisi bayi terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia," katanya.
"Pneumonia bisa menyerang siapa saja, terutama balita dan lansia serta orang yang mempunyai faktor komorbid. Apalagi kita dalam kondisi (kabut asap) seperti ini," lanjut Dadang.
Dadang yang juga menjabat Plt Dinkes Barsel itu mengatakan, pneumonia dapat menyerang siapa saja.
Akan tetapi balita, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi berat.
Ia juga mengatakan kondisi lingkungan dengan paparan asap tebal berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
"Namun, asap bukan satu-satunya faktor yang dapat menyebabkan pneumonia," tegas Dadang. (wartabanjar.com/berbagai sumber)