Hujan Ringan di Banjar dan Batola di Prakiraan Cuaca Hari ini
WARTABANJAR.COM - Kabut asap dan udara kabur diperkirakan melanda wilayah Kalimantan Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Fenomena kabut asap dan udara kabur akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hari ini di prakiraan cuaca Kalsel.
Pada pagi hari, kabut asap melanda wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Banjar, dan Tapin.
Sementara Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Tapin, dan Tabalong diselimuti udara kabur akibat karhutla.
Pada siang hari, hujan ringan diperkirakan terjadi di Banjar, Barito Kuala, Tabalong, Balangan, Tanah Bumbu, Kotabaru.
Pada sore hari, hujan diperkirakan melanda wilayah HSS, Tabalong, dan Balangan.
Untuk suhu maksimum hari ini mencapai 37 derajat celcius untuk Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar.
Sementara wilayah lainnya suhu maksimum mencapai 36 derajat celcius.
Baca Juga BMKG Sebut Asap Karhutla Kalimantan Masuki Jakarta, Pakar Ungkap Tingkat Pencemaran
Baca Juga Kabut Asap Karhutla Masih Tebal, Bayi di Samarinda dan Buntok Meninggal karena Sesak Napas
Sebelumnya musim hujan di wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mundur dari prediksi normal pada November 2026.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab mengungkapkan hal tersebut dalam Press Conference Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (7/10/2026).
Perlu diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026 (155 ZOM; 36,94% luas daratan Indonesia), Januari 2027 (162 ZOM; 25,68% luas daratan Indonesia), dan Februari 2027 (190 ZOM; 16,79% luas daratan Indonesia).
Fachri mengatakan, kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian di Kalimantan Selatan.
Secara lebih rinci, Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan akan menyampaikan wilayah yang mengalami awal musim hujan lebih mundur, termasuk prediksi puncak musim hujan dan sifat hujan pada periode 2026/2027.
Menurutnya, mundurnya awal musim hujan tidak terlepas dari pengaruh fenomena El Nino yang masih aktif.
Sejak awal 2026, BMKG telah memprediksi kondisi El Nino akan berpengaruh terhadap musim kemarau sehingga berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.