Selain persoalan lahan, Muhidin juga menegaskan langkah mitigasi untuk menghadapi Karhutla ke depannya. Melalui, pembuatan kanal dan penambahan embung. 

”Jadi kita tambah embung  supaya lebih dekat pemadamannya. Karena embung ini akan sangat membantu untuk pengambilan air oleh tim darat atau helikopter water bombing,” tegasnya. 

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Muhidin mencontohkan bagaimana sulitnya penanganan dan pemadaman Karhutla yang saat ini terjadi di daerah tetangga Kalteng. 

”Kita ini untung, masih ada air dari waduk Riam Kanan yang mengalir dan juga ada pasang surut. Dimana pasang surut itu kita alirkan dengan pompa ke daerah kanal-kanal yang kita buat,” pungkasnya. (wartabanjar.com)