WARTABANJAR COM, TANJUNG – Sebanyak 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam Komunitas Sarang Lebah Tabalong (Sarleta) mengikuti pelatihan laporan keuangan berbasis aplikasi Simanis (Sistem Manajemen Keuangan Bisnis).

Kegiatan yang digelar PT Saptaindra Sejati (SIS) tersebut berlangsung selama dua hari, 15–16 Oktober 2026, di Aula Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabalong, Kalimantan Selatan.

Pelatihan ini bertujuan membantu pelaku UMKM mengelola dan mencatat keuangan usaha secara lebih rapi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Baca juga: Pemkab Tabalong Targetkan Pencairan Dana Desa Tahap II Tuntas November 2026

Baca juga: Petani Tabalong Gunakan Teknologi Pipa Gravitasi untuk Tanam Cabai Saat Kemarau

External Relation Security Section Head PT SIS, Fecky Ronald Umboh, mengatakan pencatatan dan pelaporan keuangan menjadi kebutuhan penting seiring perkembangan usaha.

Menurut dia, penggunaan aplikasi Simanis diharapkan dapat mempermudah pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan, termasuk menghitung keuntungan usaha secara lebih akurat.

“Dengan aplikasi ini, pelaporan keuangan bisa lebih rapi sehingga data keuntungan bagi pelaku UMKM juga bisa lebih tepat dan bermanfaat,” kata Fecky.

Ia berharap sistem pencatatan keuangan yang sederhana tersebut dapat diterapkan oleh para pelaku UMKM, khususnya anggota Sarleta di Kabupaten Tabalong.

“Mudah-mudahan laporan keuangan yang simpel bisa dijalankan oleh teman-teman pelaku UMKM, khususnya anggota Sarleta yang ada di Kabupaten Tabalong,” ujarnya.

22 UMKM Terima Bantuan Kemasan

Selain pelatihan keuangan, PT SIS juga menyerahkan bantuan kemasan kepada 22 pelaku UMKM. Nilai bantuan yang diberikan berkisar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta untuk setiap UMKM.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, terutama dalam meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih siap bersaing di pasar.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Tabalong, Soleh, mengatakan peningkatan kapasitas pelaku UMKM perlu terus dilakukan agar usaha mereka dapat berkembang.

Ia menyebut, pelatihan penggunaan aplikasi Simanis dapat membantu pelaku usaha beralih dari pencatatan keuangan manual ke sistem digital yang lebih praktis.