WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Petani di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, memanfaatkan teknologi sederhana berupa sistem irigasi pipa gravitasi untuk membudidayakan tanaman lombok atau cabai pada musim kemarau.

Sistem pengairan ini dinilai membantu petani menghemat penggunaan air karena penyiraman dilakukan secara perlahan dan langsung menuju area perakaran tanaman sesuai kebutuhan.

Agus Gambir, anggota Kelompok Tani Pelita Abadi, Desa Masingai I Kecamatan Upau, mengatakan sistem pengairan pipa gravitasi diperkenalkan oleh mahasiswa dari Bogor, Jawa Barat, yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah ini.

Baca juga: Polres Tabalong Amankan 43 Motor Berknalpot Brong dalam Enam Hari

Baca juga: 11.286 Pekerja Rentan di Tabalong Segera Terima Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

"Ini teknologi alternatif bagi kami untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman pada musim kemarau ini," ucap Agus pada wartabanjar.com, Kamis (15/10/2026).

Dari pantauan di lapangan, sistem irigasi gravitasi prinsipnya bekerja dengan memanfaatkan perbedaan ketinggian. 

Air dari tandon disalurkan melalui pipa utama, kemudian diteruskan ke pipa-pipa kecil yang membentang di sepanjang barisan tanaman. 

Pada bagian dekat akar, air dikeluarkan melalui lubang atau alat penetes sehingga penyiraman berlangsung secara bertahap.

Penggunaan sistem ini juga dapat mengurangi pemborosan air karena penyiraman lebih terarah dan tidak harus membasahi seluruh permukaan lahan.

Dengan metode tersebut, petani berharap tanaman lombok tetap mendapatkan pasokan air yang cukup meskipun dibudidayakan saat musim kemarau.

Selain menggunakan sistem pengairan gravitasi, petani membuat pelindung tanaman dari gedebok atau batang pisang. 

Pelindung ini dimanfaatkan untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung, terutama pada pagi dan sore hari.

Upaya tersebut menjadi bagian dari adaptasi petani dalam menghadapi kondisi cuaca kering agar tanaman tetap tumbuh dan kegiatan budidaya dapat berlangsung.

Pemanfaatan teknologi sederhana ini menunjukkan bahwa pengelolaan air yang tepat dapat menjadi salah satu solusi bagi petani dalam mempertahankan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan air pada musim kemarau. (wartabanjar.com)