WARTABANJAR.COM - Viral di medsos, pernyataan lima gubernur di Kalimantan terkait penanganan bencana Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang mengakibatkan kabut asap tebal dan buruknya kualitas Udara.

Kelima gubernur yang kini menjadi sorotan netizen itu adalah Gubernur Kalsel H Muhidin, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Gubernur Kalbar Ria Norsan, dan Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang.

Gubernur Kalsel Muhidin menjadi sorotan setelah meninjau kondisi karhutla di Kawasan Guntung Damar, kota Banjarbaru. 

“Kita meninjau bersama-sama ternyata tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini. Biasanya kalau parah, heli itu ada menyiram, ini tidak ada,” ujarnya.

Lalu, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang baru saja tertangkap kamera sedang sarapan di salah hotel di Singapura.

Sebelumnya, pernyataannya yang menyebut kualitas udara masih "aman terkendali" memantik reaksi netizen.

"Kualitas udara untuk Kalimantan Timur alhamdulillah masih semuanya aman terkendali, masih dalam kondisi yang aman, masih aman,” ujarnya di Jakarta, 15 September 2026.

Baca Juga: Ini Alasan Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Kalimantan sebagai Bencana Nasional

Baca Juga: Gubernur Kalteng Disentil Anggota DPR Gegara: "Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kawin Lagi"

Sementara Gubernur Kalbar Ria Norsan justru mempertanyakan keterlibatan mahasiswa dalam upaya pemadaman karhutla.

“Mahasiswa ada turun? Memadamkan api?” ujarnya.

Sedangkan Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menyinggung keterbatasan peralatan dalam penanganan karhutla. 

Dan, yang paling kontroversial adalah pernyataan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. 

Saat menjawab pertanyaan pers tentang kondisi dan penanganan Karhutla, ia menutup jawabannya dengan kalimat: “Bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi." 

Reaksi bermunculan di medsos, termasuk dari anggota DPR Daniel Johan. 

Ia menilai tidak sepantasnya kepala daerah mengatakan seperti itu meski bermaksud bercanda karena saat ini banyak rakyatnya yang menderita akibat Karhutla.

Baca Juga: Banjar, Tapin, Batola Status Tanggap Darurat, Dua Daerah Tidak Dapat Banpres Karhutla

Reaksi terhadap pernyataan kontroversial lima gubernur di Kalimantan itu terus berdatangan.