Gubernur Kalteng Disentil Anggota DPR Gegara: "Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kawin Lagi"
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Pernyataan kontrorversial terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dilontarkan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran.
Agustiar menjadi sorotan publik setelah memplesetkan pepatah "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh" menjadi “Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi”.
Pernyataan itu ia lontarkan saat menjawab pertanyaan pers terkait penanganan Karhutla dan kabut asap di Kalteng, Jumat (9/10/2026).
Seperti yang terlihat di video yang viral di medsos, semula Agustiar Sabran mengatakan penyebab Karhutla itu sebagian besar karena tindakan manusia.
"Sebenarnya sama saja, takdir juga, tapi banyak ulah manusianya. Hampir 97 persen tuh akibat manusianya," kata Agustiar.
Ia kemudian mengatakan, seharusnya Karhutla dilawan dengan kebersamaan. "Karena bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi," lanjutnya.
Baca Juga: Ini Alasan Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Kalimantan sebagai Bencana Nasional
Baca Juga: Atta Halilintar Serukan Bantu Kalimantan, Tampilkan Cuplikan Karhutla di Barito Kuala
Anggota DPR, Daniel Johan menilai meskipun mungkin maksudnya bercanda, namun kurang pantas seorang kepala daerah melontarkan pernyataan seperti itu.
Apalagi pernyataan itu untuk menanggapi bencana Karhutla yang saat ini sedang dialami masyarakat di wilayahnya.
"Pemimpin itu mengayomi dan empati, apalagi di tengah bencana yang membuat hidup masyarakat menderita, bencana Karhutla saat ini. Kita harus menunjukkan sikap empati, tidak asal statement yang mengundang ketidaksukaan masyarakat di tengah penderitaan akibat kabut asap," kata Daniel Johan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Ia berharap pemimpin daerah dapat menunjukkan kepedulian melalui sikap maupun langkah konkret dalam menangani bencana.
"Meskipun niatnya bercanda tapi tidak pada tempatnya karena kondisi masyarakat yang sedang mengalami musibah," kata dia.
Daniel menilai pentingnya komunikasi publik yang peka terhadap kondisi masyarakat, terutama ketika bencana masih berlangsung dan warga membutuhkan penanganan serta perlindungan dari pemimpinnya.
Sarapan di Singapura
Lain lagi dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang fotonya saat sarapan di salah satu hotel di Singapura, viral.