Oleh karena kondisi tersebut, PAM Bandarmasih kini mengandalkan Intake Sungai Tabuk dan Intake Pematang Panjang di Kabupaten Banjar, yang memasok air baku ke IPA 2 Jalan Pramuka Banjarmasin.

IPA 2 memiliki kapasitas produksi air bersih 5.300 meter kubik per jam, yang didistribusikan ke Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Timur dan wilayah perbatasan Kabupaten Banjar.

IPA 2 pun mengirim air bersih ke IPA 1 untuk didistribusikan ke wilayah terdampak air asin.

PAM Bandarmasih juga meningkatkan kapasitas kelistrikan dan pompa Intake Pematang Panjang pada Sabtu (10/10/2026) untuk meningkatkan pasokan air baku ke IPA 2.

"Ada penambahan pasokan air baku dari Intake Pematang Panjang sebanyak 300 meter kubik per jam dan akan terus kami tingkatkan. Targetnya 800 meter kubik per jam," kata Zulbadi.

Untuk program jangka panjang menyikapi ancaman masuknya air laut saat musim kemarau, Zulbadi mengungkapkan rencana penambahan pipa dari Intake Pematang Panjang ke IPA 2 dari dua menjadi tiga.

Rencana tersebut tengah dikomunikasi dengan Pemko Banjarmasin selaku pemilik PAM Bandarmasih dan menunggu persetujuan Wali Kota H Muhammad Yamin.

"Investasinya besar sehingga harus diperhitungkan secara matang," kata Zulbadi.

Dia pun menyatakan PAM Bandarmasih akan terus berusaha mengembangkan sistem produksi dan distribusi agar persoalan air asin saat kemarau panjang tak lagi menjadi kendala. (Wartabanjar.com)