WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sejumlah pelanggan PT Air Minum (PAM) Bandarmasih di Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin mengeluh kesulitan mendapatkan pasokan air bersih saat musim air asin, sementara pelanggan di Kecamatan Banjarmasin Selatan tidak begitu merasakan permasalahan tersebut.

Dalam jumpa pers pada Selasa (13/10/2026), Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi menjelaskan proses produksi dan distribusi air bersih, termasuk saat musim kemarau panjang disertai instrusi atau masuknya air laut ke sungai.

Baca juga: Karhutla Ganggu Mahasiswa UMB Batola, Perkuliahan Daring Diterapkan 1-2 Pekan ke Depan

Baca juga: Perbaikan Pipa Rampung, BPAM Banjarbakula Kejar Pemulihan Suplai Air Baku

Perusahaan milik Pemerintah Kota Banjarmasin ini memiliki sejumlah intake atau lokasi pengambilan air baku. Ada Intake Sungai Bilu di tepian Sungai Martapura, Intake Sungai Lulut, Intake Sungai Sungai Tabuk dan Intake Pematang Panjang. 

Intake Sungai Bilu menjadi pemasok utama Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 di Kantor Pusat PAM Bandarmasih Jalan A Yani Kilometer 2,5 Banjarmasin.

IPA 1 memiliki kapasitas produksi  air bersih sekitar 2.200 meter kubik per jam yang didistribusikan kepada pelanggan di Banjarmasin Barat, Banjarmasin Tengah dan Banjarmasin Utara.

Oleh karena air laut masuk sampai ke Intake Sungai Bilu sejak 9 Agustus 2026, pasokan air baku dari fasilitas ini pun tersendat.

"Kadar garamnya jauh di atas 300 miligram per liter, yang merupakan batas maksimal seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021," jelas Zulbadi yang didampingi Direktur Umum Yulia Riana Sari dan Direktur Operasional Irwan Firmana.

Dalam pemeriksaan pada Selasa (6/10/2026) pukul 07.00 Wita kadar garam di Intake Sungai Bilu yakni 7.116 mm/liter. Ini hampir 24 kali lipat di atas batas aman. 

Pukul 22.00 Wita, turun di angka 1.942 miligram per liter namun masih sekitar 6,5 kali lipat dari batas normal. 

Belum lagi persoalan debit air sungai, yang normalnya berada pada level 2.210 meter kubik per jam. 

Sementara saat ini hanya di sekitar 350 meter kubik per jam.