Perbaikan Pipa Rampung, BPAM Banjarbakula Kejar Pemulihan Suplai Air Baku
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pasokan air baku yang dikelola Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Kalimantan Selatan, mulai berangsur pulih setelah perbaikan pipa transmisi yang mengalami kerusakan, telah memasuki tahap penyambungan.
Hingga Rabu (14/10/2026), pasokan air baku tercatat sekitar 400 liter per detik atau mencapai 70 persen dari kapasitas normal. Meski demikian, pemulihan secara menyeluruh masih menunggu penyelesaian pekerjaan lanjutan pada bagian sambungan pipa.
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menjelaskan selesainya pemasangan Ripper Clamp pada pipa transmisi berdiameter 1.200 milimeter, memungkinkan Intake Mandikapau kembali beroperasi dengan debit sekitar 280 liter per detik.
Pasokan tersebut ditambah dari Intake PTAM Intan Banjar yang menyumbang sekitar 120 liter per detik. Dengan beroperasinya kedua sumber tersebut, distribusi air baku mulai ditingkatkan secara bertahap.
Wahyu mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi sambungan pipa untuk memastikan perbaikan berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Kunjungi Pemko Banjarbaru, Siswa SMA Negeri 5 Taruna Brawijaya Dapat Motivasi Pendidikan
Baca Juga: Gubernur Kalsel Lepas 58 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026
Berdasarkan pemantauan selama 24 jam sejak pengoperasian awal, belum ditemukan rembesan maupun kebocoran pada bagian yang telah diperbaiki.
Kendati demikian, BPAM Banjarbakula belum menghentikan pengawasan. Pekerjaan lanjutan berupa pengecoran pada sambungan Ripper Clamp masih perlu diselesaikan untuk memperkuat konstruksi, dan meminimalkan risiko kebocoran kembali.
“BPAM Banjarbakula terus berupaya agar seluruh tahapan perbaikan dapat diselesaikan dengan baik dan secepatnya, sehingga suplai air baku dapat kembali normal,” ujar Wahyu.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, atas gangguan pelayanan yang terjadi akibat kebocoran pipa transmisi tersebut.
Pihaknya berharap, pekerjaan lanjutan dapat berjalan lancar sehingga pemulihan pasokan air baku tidak mengalami kendala.
BPAM Banjarbakula menegaskan, pemantauan dan penyelesaian perbaikan menjadi bagian penting untuk memastikan sistem transmisi kembali berfungsi optimal.
Dengan begitu, pasokan air baku kepada penyedia layanan air minum di wilayah pelayanan Banjarbakula diharapkan kembali mencapai kapasitas normal secara bertahap. (Wartabanjar.com)